Panduan Mendeley Untuk Pemula Paling Lengkap (2022) Mau Dong

Merdeka di Era Digital Bersama Eranyacloud dengan High-Performance Cloud Service

Merdeka di era digital dengan menggunakan cloud computing dari eranyacloud untuk digitalisasi bisnis di Indonesia yang aman, cepat dan fleksibel.
cloud computing

Dulu, penyimpanan data umumnya dilakukan di HDD, flashdisk, atau di HP karena simpel dan mudah.

Namun bagaimana jika data Anda tiba-tiba terhapus? Bagaimana jika Anda membutuhkan data, tapi Anda tidak membawa flashdisk atau tidak sedang ada di depan komputer?

Menjawab permasalahan ini, muncul berbagai layanan / software backup data yang berbasis cloud, contohnya Google Drive.

Baik itu foto, video, dokumen, aplikasi dan jenis file lain bisa disimpan kedalam Google Drive dengan aman, mudah dan cepat.

Anda, ataupun orang lain bisa mengaksesnya kapan pun dan dimana pun selama Anda terhubung dengan internet.

Google Drive adalah contoh dari penerapan teknologi cloud computing yang penggunaannya terbukti bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam artikel ini, Anda akan belajar tentang perkembangan digitalisasi dalam penggunan cloud computing untuk peningkatan keamanan, kemudahan, dan kecepatan akses layanan digital di Indonesia.

Perkembangan Era Digital di Indonesia

Di era revolusi industri 4.0, perkembangan teknologi di Indonesia semakin meningkat pesat, khususnya dalam bidang teknologi digital.

Faktanya, Indonesia mengalami lonjakan drastis dalam jumlah pengguna internet selama lima tahun terakhir. Jika dibandingkan dengan tahun 2018, saat ini jumlah pengguna internet nasional sudah melonjak sebesar 54,25%.

statistik jumlah pengguna internet di indonesia tahun 2018 - 2022
Statistik data jumlah pengguna internet di Indonesia (Sumber: Katadata)

Lonjakan ini tentu bukan tanpa alasan. Pandemi mendorong berbagi layanan yang dulu bisa diakses secara offline menjadi serba online. Mulai dari layanan kesehatan, pembelian kebutuhan sehari-hari hingga layanan transportasi online.

Peningkatan jumlah pengguna internet ini harus dibarengi dengan peningkatan kualitas infrastruktur layanan digital yang fast, secure, reliable dan scalable, salah satunya dengan percepatan adopsi teknologi cloud computing.

Indonesia memiliki potensi bisnis cloud yang tinggi dengan market share yang besar, karena itu nama-nama besar dalam hal teknologi cloud computing seperti Alibaba, Amazon, Google, Microsoft dan Accenture ingin melebarkan sayap mereka dan menjadi Cloud Provider Indonesia.

Tantangan Untuk Beralih ke Ekosistem Digital

Salah satu tantangan dalam pengembangan digitalisasi adalah kurang meratanya pengguna internet di Indonesia.

Dari hasil survey yang dilakukan oleh Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), pengguna internet paling banyak berasal dari Jawa Barat, dengan perbandingan yang cukup "jomplang" dengan provinsi lain.

data jumlah pengguna internet di indonesia berdasarkan provinsi
Jumlah Pengguna Internet di Indonesia Berdasarkan Provinsi (Sumber: Katadata)

Persebaran pengguna yang tidak merata ini menghasilkan kesenjangan informasi. Akibatnya, kualitas SDM yang "melek" dalam teknologi digital jumlahnya masih di bawah rata-rata, baik dari sisi pelaku usaha ataupun konsumen.

Hal ini mengakibatkan adopsi teknologi cloud menjadi terhambat. Faktanya, dari survei yang dilakukan oleh Centre for Strategic and International Studies (CSIS), sebanyak 69,8% lembaga publik di Indonesia belum menggunakan layanan cloud computing.

statistik cloud computing di indonesia
Alasan Lembaga Publik Belum Menggunakan Layanan Cloud Computing (Sumber: Katadata)

Alasan yang paling banyak muncul adalah kekhawatiran akan keamanan data.

statistik cloud computing di indonesia

Hal ini sangat wajar, mengingat banyaknya berita kebocoran data yang muncul akhir-akhir ini.

Seperti bocornya 1,3 miliar data SIM Card Indonesia yang meliputi NIK, nomor telepon, nama penyedia (provider), dan tanggal pendaftaran ini.

kebocoran data sim card indonesia di forum hacker breached.to

Penyebab hal ini beragam, tapi bisa dikerucutkan ke dalam dua faktor: SDM dan infrastruktur.

Sehebat apapun SDM-nya, namun jika infrastruktur yang digunakan rapuh seperti kerupuk maka keamanan data yang baik hanya menjadi angan belaka. Istilah "negara open-source" sudah cukup melekat pada Indonesia.

Cloud computing menyajikan solusi jitu dengan penggunaan teknologi terbaru baik dari segi hardware dan security yang bisa menjadi jawaban atas permasalahan kebocoran data dan langkah yang tepat dalam perjalanan digitalisasi secara menyeluruh di Indonesia.

Eranyacloud Sebagai Solusi Cloud Computing untuk Kemerdekaan Bisnis di Era Digital

Menurut Anda, bagaimana perusahaan-perusahaan besar seperti Pinterest, Netflix, dan Spotify memproses triliunan data selama 24/7/365 tanpa henti dan jarang down?

Selain karena memiliki SDM yang mumpuni di bidang IT, pengaplikasikan infrastruktur cloud computing yang baik juga menjadi kunci utama keberhasilan mereka.

Jika Anda ingin terjun ke dalam dunia cloud computing, maka ada baiknya Anda melakukan riset mengenai cloud service provider terbaik yang ada di Indonesia. Beberapa faktor yang harus Anda pertimbangkan:

  • Infrastruktur dan arsitektur yang digunakan;
  • Keamanan data dari serangan;
  • Tier dari datacenter (semakin tinggi semakin bagus);
  • Layanan dan skema pembayaran;
  • Service Level Agreement (SLA);
  • Pelayanan dari customer service

Eranyacloud, sebuah cloud service provider yang berdiri sejak tahun 2019 di bawah PT Era Awan Digital yang menawarkan layanan cloud computing dengan high performance cloud yang reliable, scalable, secure dan stable.

Meski masih tergolong "pemain baru", Eranyacloud merupakan salah satu pilihan yang tepat sebagai langkah awal dalam memulai digitalisasi usaha.

Apa itu Cloud Computing?

Sederhananya, cloud computing adalah sebuah layanan yang memberikan akses kepada sumber daya komputasi dengan skema pembayaran pay-as-you-go, yang bisa diakses dari mana dan kapan saja melalui internet, dan dapat dikonfigurasikan sesuai kebutuhan pengguna.

Secara infrastruktur, layanan cloud computing terbagi ke dalam tiga kategori:

Public Cloud

Public Cloud adalah layanan cloud dimana Anda berbagi tempat dengan pengguna lain dalam satu cloud yang sama, ibaratnya sama seperti kos-kosan.

Tiap pengguna dipisahkan oleh Virtual Machine (VM) masing-masing sehingga tidak ada konfigurasi yang bertabrakan.

Public Cloud cocok untuk mereka yang baru terjun ke dunia cloud karena memiliki cost yang relatif murah namun masih memiliki skalabilitas yang tinggi.

Contoh penyedia layanan public cloud adalah: AWS, Google Cloud Platform, dan Microsoft Azure.

Private Cloud

Jika public cloud merupakan kos-kosan, maka Private Cloud adalah "rumah pribadi" karena menawarkan eksklusifitas cloud yang didedikasikan khusus untuk Anda.

Dengan ini, pengguna bisa melakukan kostumisasi sesuai kebutuhannya baik dari segi keamanan, hardware, dan integrasi dengan layanan eksternal.

Karena eksklusif, maka private cloud memakan biaya lebih mahal daripada public cloud. Meski begitu, peningkatan privasi, keamanan dan kebebasan kostumisasi menjadi faktor penting bagi pengguna untuk beralih dari public ke private cloud.

Hybrid Cloud

Hybrid Cloud merupakan kombinasi dari public dan private cloud.

Anda bisa memanfaatkan private cloud sebagai lokasi utama penyimpanan data-data sensitif, lalu melakukan integrasi aplikasi dengan public cloud untuk pembagian workload yang lancar, bahkan selama peak hour.

Tentunya, biaya yang dikeluarkan untuk mengelola hybrid cloud cukup menguras kantong.

Penggunaan hybrid cloud dalam level enterprise mengalami lonjakan tajam dari 58% di 2019 ke angka 80% pada tahun 2022.

Benefit dari Cloud Computing dengan Eranyacloud

Bagi pelaku bisnis (enterprise, smb, start-up) maupun organisasi, cloud computing merupakan cost-saving strategy yang tepat untuk mereka yang ingin melalukan digitalisasi bisnis dengan cepat dan aman.

Benefit dari cloud computing diantaranya:

#1. Affordable

Umumnya, langkah yang dilakukan ketika memulai digitalisasi adalah ingin mempunyai server atau data center sendiri, atau istilahnya On Premise.

Masalahnya, Anda memerlukan investasi dalam capital dan operational expenditure yang cukup besar.

Mengutip dari forum diskusiwebhosting, untuk membuat server fisik sendiri, Anda memerlukan:

  • Gedung / bangunan khusus dengan pendingin udara, pengatur kelembaban ruangan dan listrik yang menyala 24 jam sehari x 365 hari setahun.
  • Hardware seperti SSD, Uninterruptible Power Supply (UPS), kabel listrik, generator, server rack, router, switch dan lain-lain.
  • Bandwidth dan public IP dari ISP dengan koneksi yang cepat dan stabil.
  • Tim IT khusus.
  • Biaya shipment, pemasangan, dan lain-lain.

Cukup banyak dan membingungkan bagi orang yang kurang familiar dengan IT.

Pembuatannya pun cukup memakan waktu yang lama karena perlu konfigurasi dan sebagainya.

Prof. Richardus Eko Indrajit dalam videonya "Konsep Cloud Computing dalam Bisnis" menjelaskan secara jelas tentang bagaimana cloud computing membantu perusahaan menghemat pengeluaran di awal bisnis mereka.

Cloud computing memberikan Anda kemudahan untuk melakukan transformasi digital yang mudah dan murah dengan infrastruktur yang mumpuni sehingga Anda bisa berfokus ke pengembangan bisnis agar lebih agile dan memiliki daya saing tinggi.

#2. Flexible and Scalable

Bayangkan, Anda mengeluarkan banyak biaya untuk server dengan kapasitas yang tinggi, namun traffic pengguna hanya memakan kurang dari 30% kapasitas server Anda, selama berbulan-bulan. Bukankah ini termasuk pemborosan?

Anda bukannya untung, malah buntung.

Cloud computing menjawab permasalahan ini dengan skema pembayaran pay-as-you-go.

Pay-as-you-go ini memiliki konsep yang sama dengan penggunaan listrik dalam kehidupan kita sehari-hari, dimana pengguna membayar sesuai dengan resource / sumber daya yang digunakan.

Hal ini tentu berdampak pada fleksibilitas pengeluaran biaya karena pengguna tidak perlu mengeluarkan biaya pada sumber daya yang tidak mereka gunakan.

Selain itu, cloud computing juga unggul dalam hal skalabilitas.

Pengguna bisa melakukan scale-up ataupun scale-down penggunaan sumber daya seperti SSD, RAM dan CPU sesuai dengan kebutuhan.

Key takeaway: cloud computing sangat fleksibel dalam hal pengeluaran biaya dan memiliki skalabilitas yang baik dalam penggunaan sumber daya sesuai kebutuhan pengguna.

#3. High Performance Cloud

Ibaratnya bangunan, cloud computing berperan sebagai fondasi yang menopang semua ekosistem dari layanan yang Anda berikan.

Jika fondasinya kuat dan bagus, maka peningkatan dari segi kecepatan akses, keamanan, dan performa keseluruhan juga akan semakin terasa.

Contoh sederhananya, software yang berjalan di laptop dengan processor Intel Core 9 tentu akan lebih lancar daripada laptop dengan processor Intel Core i3.

Menjawab permasalahan ini, Eranyacloud menyediakan:

Cloud Service Provider Pertama yang Menggunakan AMP EPYC

Eranyacloud merupakan cloud service provider pertama di Indonesia yang menggunakan AMD EPYC. Processor ini 5x lebih cepat, lebih aman, dan lebih efisien daripada CSP yang masih menggunakan Intel Xeon.

perbandingan amd epyc dengan intel xeon

Data Center Mumpuni di Tier 4 dan Tier 3 dilengkapi SSD NVMe

Data center adalah sebuah infrastruktur teknologi yang menjadi pusat penyimpanan data dalam skala besar.

Eranyacloud memiliki dua datacenter, yang pertama Tier 3 dan yang kedua Tier 4.

datacenter tiers classification

Dengan adanya dua datacenter ini, Eranyacloud menjamin zero single points of failure dengan uptime Service Level Agreement (SLA) yang terjamin berada di angka 99,995% sehingga kemungkinan down akan sangat minim.

Penyimpanan yang digunakan oleh Eranyacloud adalah 100% NVMe SSD yang 10x lebih cepat dibanding SSD pada umumnya.

Kombinasi ini ditempuh untuk memastikan kelancaran dan kecepatan akses layanan Anda selama 24/7 demi meningkatkan kepuasan pengguna.

Dukungan Global Cloud

eranyacloud infrastruktur

Tiga raksasa cloud ini memiliki infrastruktur dan ekosistem yang mumpuni mengingat market share mereka di seluruh dunia sangatlah besar.

Eranyacloud bekerja sama dengan Google Cloud Platform, AWS, dan Microsoft Azure untuk menjamin kenyamanan dan kesiapan pengguna dalam mengadopsi teknologi cloud untuk ekosistem bisnisnya.

#4. Better Security

Keamanan data pengguna juga menjadi fokus utama dalam cloud computing. Faktanya, menurut ASEAN Cyberthreat Assessment 2021 yang dihimpun oleh Interpol, Indonesia mengalami kasus serangan ransomware terbanyak di Asia Tenggara. Dari total 2,7 juta serangan, 1,3 jt-nya terjadi ke Indonesia.

Dalam menghadapi berbagai macam serangan siber, Eranyacloud menjawab keresahan pelanggan dengan memenuhi sertifikasi ISO 9001:2015 dan ISO 27001:2013 bertaraf internasional.

eranyacloud iso certified for security on their cloud infrastructure

Sertifikasi ini menunjukkan bahwa Eranyacloud berkomitmen penuh dalam menjaga keamanan data pengguna.

Eranyacloud menerapkan beberapa fitur keamanan seperti:

  • Intrusion Detection: Memonitor sistem untuk mendeteksi malware, rootkit ataupun aktivitas mencurigakan.
  • Vulnerability Detection: Mendeteksi celah keamanan dari asset yang ada sehingga mencegah adanya pihak yang mengeksploitasi celah tersebut.
  • Log Analysis: Pengguna bisa melihat log yang berisi berbagai macam informasi seperti attempt untuk eksploitasi direktori.
  • Intrusion prevention and detection service (IPS+IDS): Untuk mencegah serangan umum seperti DoS dan menerapkan firewall ke sistem.

Selain itu, layanan Anda juga akan dijaga dan dipantau oleh para ahli cyber security yang mumpuni di bidangnya.

#5. Backup Protect and Disaster Recovery

backup and disaster recovery cloud computing
Ilustrasi Backup and Disaster Recovery (Sumber: Cohesity.com)

Eranyacloud memiliki layanan "Backup Protect and Disaster Recovery" yang berfungsi sebagai langkah preventif untuk mencegah hilangnya data pengguna dan memastikan bisnis pengguna bisa tetap hidup setelah terjadinya kehilangan data karena bencana (human error atau bencana lain).

Layanan ini mencangkup fitur-fitur seperti:

  • Advanced Email Security: Mencegah masuknya email phising, scam, spam, dan advance persistent threat.
  • Skema pembayaran yang simple dan bebas biaya bandwidth
  • Advance Backup: Kemampuan backup yang luas dan terproteksi dari malware dan ransomware, sehingga data pengguna bebas dari serangan selama backup.
  • Monitoring dan Remote Access: Anda bisa memantau data Anda kapanpun dan dimanapun dengan akses internet.

Dengan begini, Anda tidak perlu khawatir data bocor, hilang dan terserang malware karena perlindungan dan recovery data yang sangat extra.

Benefit dari penerapan lain dari cloud computing diantaranya:

  • Sistem reservasi pelayanan kesehatan: Meminimalisir antrian panjang karena sudah memesan urutan via online.
  • Pembayaran QRIS / pembayaran secara digital yang sudah menjadi norma umum.
  • Undangan digital: menghemat penggunaan kertas

#6. Layanan yang Unggul dan Customer Service yang Online 24/7

Sebagai penyedia layanan cloud computing, Eranyacloud juga menawarkan layanan yang unggul seperti:

  • Compute
  • Kubernetes
  • VPN Gateway
  • Object Storage
  • Backup Protect & Disaster Recovery
  • Email Collaboration
  • Web Application Firewall
  • SSL Certificate
  • Secure DNS
  • Virtual Security Operations Center

Faktanya, layanan-layanan di atas digunakan dan dinikmati oleh lebih dari 40 pelanggan dari berbagai macam sektor industri, khususnya fintech.

pelanggan eranyacloud penyedia layanan cloud computing indonesia

Dengan jumlah layanan dan pelanggan yang tidak sedikit, tentu permasalahan atau pertanyaan akan muncul, khususnya dari segi teknis.

Seperti dikutip dari Eranyacloud dalam website resminya, "We are ready to assist you with your digital transformation". Eranyacloud siap membantu menyelesaikan permasalahan layanan ataupun menjawab pertanyaan Anda selama selama 24/7.

Merdeka di Era Digital

Untuk mencapai kemerdekaan di era digital, ada dua faktor utama yang harus ditingkatkan, yaitu SDM dan infrastruktur.

Peningkatan Literasi Digital

Mengutip dari Airlangga Hartarto, "Digitalisasi memberikan percepatan pemulihan dengan konektivitas yang cepat, namun di sisi lain juga menciptakan kesenjangan karena masalah literasi dari masyarakat".

Jadi apa itu literasi digital? Literasi digital adalah pengetahuan dan kecakapan untuk menggunakan media digital, alat-alat komunikasi, atau jaringan dalam menemukan, mengevaluasi, menggunakan, membuat informasi, dan memanfaatkannya.

Sebagai langkah meningkatkan kualitas SDM dalam literasi digital, KOMINFO bekerja sama dengan para ahli Cloud Indonesia, mengadakan Digital Talent Scholarship sebagai upaya untuk mengedukasi dan memberikan pelatihan pada masyarakat Indonesia untuk mempercepat proses perubahan ke ekosistem digital.

grow with google

Selain itu, Google dengan Program “Grow with Google”-nya, telah membantu LEBIH DARI 320.000 pemilik bisnis kecil menghadapi pandemi dengan mengadakan pelatihan untuk mengajari mereka cara menggunakan alat- alat digital.

smb pulse index mekari 2022 tentang umkm

Dampak positifnya bisa dilihat dari survey SMB Pulse Index yang dilakukan oleh Mekari. Hasilnya, 73% UMKM yang memanfaatkan digitalisasi berhasil lebih lincah menangkap peluang pasar dan lebih cepat kembali ke titik pertumbuhan positif.

Peningkatan Pengguna Cloud Computing

Dari segi infrastruktur cloud computing, perusahaan besar seperti AWS, Google dan Microsoft melakukan investasi yang cukup besar di Indonesia.

Dengan ditingkatkannya literasi digital pada masyakarat Indonesia, penggunaan cloud computing juga harus ikut meningkat, khususnya pada sektor-sektor penting yang melayani data sensitif dan memiliki penggunaan yang vital dalam kehidupan sehari-hari masyarakat.

Peningkatan penggunaan cloud computing juga dibarengi dengan:

  • Peningkatan SDM yang kompeten di bidang IT.
  • Peningkatan security yang kuat dengan mitigasi bencana data yang baik. Dalam artian, tidak ada lagi insiden data bocor ke internet dan kalaupun bocor, ada langkah perbaikan dan preventif untuk mencegah insiden terulang kembali.
  • Peningkatan customer satisfication dalam hal akses dan kemudahan penggunaan layanan. Dalam artian, tidak lagi akses layanan yang lemot baik ketika trafik tinggi ataupun rendah dan jika terjadi error maka tidak muncul pesan "kesalahan di sisi pengguna".

Kesimpulan

Indonesia perlu melakukan perombakan total demi mulusnya proses migrasi ke digital yang memerlukan banyak waktu dan tenaga.

Penyedia layanan cloud computing memegang peran penting untuk membantu para pelaku bisnis untuk bermigrasi ke teknologi cloud agar digitalisasi terus berkembang secara stabil dan masif dengan mengedepankan kecepatan, keamanan, dan kenyaman di kantong pengguna.

Harapan kedepannya, tidak ada lagi berita kebocoran data dari Indonesia yang muncul karena SDM dan infrastruktur kita sudah maju dan berkompetensi.

eranyacloud

Referensi

[1] 01. Apa itu Cloud Computing. Indonesia, (Jan. 21, 2021) [Online]. Available: https://www.youtube.com/watch?v=ehL5xb6DUcQ. [Accessed: Aug. 18, 2022]

[2] Kevin, “Cloud Computing: Pengertian, Contoh dan Penerapannya,” Vatih, Oct. 26, 2020. [Online]. Available: https://vatih.com/bisnis/cloud-computing-pengertian-contoh-dan-penerapannya/. [Accessed: Aug. 19, 2022]

[3] I. Cloud, “Mengenal Cloud Computing: Pengertian, Tipe, dan Fungsinya,” Indonesian Cloud, Jan. 11, 2021. [Online]. Available: https://indonesiancloud.com/mengenal-cloud-computing/. [Accessed: Aug. 19, 2022]

[4] P. Santhanam, “The Future of Cloud in Asia Pacific - The Intricacies of the Cloud Adoption Journey and Market,” BCG Global, Aug. 24, 2021. [Online]. Available: https://www.bcg.com/future-of-cloud-in-asia-pacific. [Accessed: Aug. 19, 2022]

[5] F. A. Burhan, “Potensi Cloud Besar, RI Dinilai Butuh Pusat Inovasi dan Ahli Digital - Teknologi Katadata.co.id,” Aug. 27, 2021. [Online]. Available: https://katadata.co.id/lavinda/digital/612862a83dfc1/potensi-cloud-besar-ri-dinilai-butuh-pusat-inovasi-dan-ahli-digital. [Accessed: Aug. 19, 2022]

[6] D. Setyowati, “Raksasa Cloud Dunia di Balik Peluang Besar RI Jadi Hub Pusat Data Asia - Teknologi Katadata.co.id,” Katadata Media Network , Feb. 10, 2021. [Online]. Available: https://katadata.co.id/desysetyowati/digital/6023d6319cbf9/raksasa-cloud-dunia-di-balik-peluang-besar-ri-jadi-hub-pusat-data-asia. [Accessed: Aug. 19, 2022]

[7] V. Sumina, “26 Cloud Computing Statistics, Facts & Trends for 2022,” Cloudwards, Jul. 22, 2021. [Online]. Available: https://www.cloudwards.net/cloud-computing-statistics/. [Accessed: Aug. 20, 2022]

[8] Digital Inside: Potensi Cloud Computing # 1, vol. 1. Jakarta, (2018) [Online]. Available: https://www.youtube.com/watch?v=EeC7HZ5onX8. [Accessed: Aug. 22, 2022]

[9] R. P. Hestya, “Hasil Riset SMB Pulse Index Mekari: Digitalisasi Tingkatkan Resiliensi UMKM Hadapi Gejolak Ekonomi,” Kompas. [Online]. Available: https://money.kompas.com/read/2022/08/15/200600526/hasil-riset-smb-pulse-index-mekari-digitalisasi-tingkatkan-resiliensi-umkm. [Accessed: Aug. 22, 2022]

[10] D. Indonesia, “Cloud Practitioner Essentials (Belajar Dasar AWS Cloud) ,” 2022. [Online]. Available: https://www.dicoding.com/academies/251/tutorials/12962. [Accessed: Aug. 23, 2022]

[11] S. Kedang, “6 Contoh Cloud Computing yang Sering Digunakan,” Opencloud - Blog, Jul. 06, 2020. [Online]. Available: https://blog.opencloud.id/technology/contoh-cloud-computing/. [Accessed: Aug. 23, 2022]

[12] A. Beta, “KETERAMPILAN UNTUK MASA DEPAN: Memperkuat Ekonomi Indonesia Dengan Meningkatkan Keterampilan Digita,” AlphaBeta, 2022 [Online]. Available: https://alphabeta.com

[13] K. Kilasan, “Eranyacloud Sebagai Cloud Provider Indonesia Terbaik,” Aug. 09, 2022. [Online]. Available: https://kotomono.co/alasan-kamu-perlu-memilih-eranyacloud-sebagai-cloud-provider-indonesia/. [Accessed: Aug. 23, 2022]

Post a Comment

© Kurinat. All rights reserved. Lisensi: CC-BY 4.0.